was successfully added to your cart.

Modal Utama Menjadi Profesional Coach Adalah Kepercayaan

By March 13, 2018Uncategorized

Coaching Certification – Bicara mengenai kepercayaan, pasti Anda sering mendengar kalimat ”Kepercayaan itu mahal harganya” bukan? Ya, kepercayaan memang hal termahal yang sangat sulit untuk didapatkan dan membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkannya, sedangkan untuk menghilangkannya dapat dilakukan dalam sekejap saja.

Menurut Morgan dan Hunt (1994) kepercayaan adalah variable kunci bagi kesuksesan. Variable ini memiliki dampak yang kuat pada keefektifan dan keefisienan Relationship Marketing. Kepercayaan merupakan suatu keadaan yang terjadi ketika seorang mitra percaya atas keandalan serta kejujuran mitranya.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa kepercayaan memang penting dan sangat mahal harganya, begitu pula dalam proses coaching. Sebelum memulai proses coaching seorang coach tentu saja harus mendapatkan kepercayaan dari coachee agar proses coaching dapat berjalan dengan lancar.

Lalu, bagaimanakah tahapan membangun kepercayaan dalam coaching?

  1. Relax (Tenang)

Usahakanlah sebelum proses coaching dimulai Anda sebagai seorang coach yang profesional dapat menghadirkan suasana yang tenang dan nyaman, Anda juga perlu menanyakan apakah coachee memerlukan sesuatu yang harus disiapkan misalkan alat tulis, air minum, tisu, atau yang lainnya. Kemudian Anda juga harus meyakinkan kepada coachee bahwa semua perbincangan yang disampaikan saat proses coaching terjaga kerahasiannya, Anda perlu menegaskan kepada coachee bahwa coach berada dalam sesi ini adalah untuk kepentingan diri coachee sendiri (I am here for you), dan yang paling penting adalah Anda harus memfokuskan pada kondisi fisikal dan emosional coachee pada tahapan ini.

  1. Relate (Berhubungan)

Pada tahap kedua ini Anda harus membangun rasa saling percaya antara seorang coach dan coachee, caranya Anda dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk mengenal coachee lebih jauh lagi. Kemudian lakukanlah mirroring terhadap gesture atau posisi badan coachee. Anda juga perlu mengulangi kata-kata yang disampaikan coachee untuk menunjukkan bahwa kita sebagai coach paham dan menerima apa yang sudah coachee sampaikan serta berikan persetujuan atas apa yang sudah dia ceritakan.

Tunjukanlah bahwa kita sebagai seorang coach sangat semangat dan antusias bertemu dengan coachee sehingga coachee merasa istimewa atau diutamakan. Intinya pada tahapan ini Anda harus memfokuskan pada interaksi antara coach dengan coachee.

  1. Reframe (Menggambarkan ulang)

Pada tahap ketiga dan merupakan tahapan terakhir dalam membangun kepercayaan atau building trust dalam coaching adalah Anda harus mengkondisikan pikiran dan emosi coachee agar berada pada situasi yang positif (positive state), terutama apabila coachee datang dengan situasi pikiran dan emosi yang negatif (negative state). Kemudian usahakanlah sebagai seorang coach Anda menerima terlebih sahulu hal negatif yang mungkin akan langsung atau ditunjukkan oleh coachee.

Tugas selanjutnya, Anda harus membawa pikiran dan emosi coachee kepada situasi positif yang merupakan lawan dari apa yang dia sampaikan atau rasakan. Intinya ditahapan ini Anda harus fokus pada coachee untuk membantu mereka flip switch kepada positive state.

Selain tiga tahapan diatas, ada hal penting lain yang dapat meningkatkan kepercayaan atau membangun kepercayaan atau building trust seorang coachee terhadap coach, yaitu sertifikasi yang dimiliki oleh seorang coach. Sebagai coach yang profesional Anda diwajibkan dan dituntut untuk memiliki sertifikasi dari lembaga yang terpercaya. Apabila Anda tertarik untuk mendapatkan sertifikasi coach profesional dari lembaga yang terpercaya silakan klik link berikut ini http://esqcoach.com/esq-3-0-coaching-certification/ untuk informasi lebih lanjut.